Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MENGASIHI BUKAN MENYAKITI


 

Setiap orang yang tidak memberikan belas kasihan kepada sesamanya adalah orang yang melukai dirinya sendiri sebab ia membuat drinya sendiri kembali kepada hukuman Allah. Yohanes Crysostom menegaskan bahwa orang yang tidak mengampuni orang yang berhutang sepuluh dinar tidak melukai sesama budaknya, tetapi membuat dirinya sendiri bertanggungjawab atas hutang sepuluh ribu talenta yang sebelumnya telah dibebaskannya. Karena itu, ketika seseorang tidak memaafkan orang lain, Allah juga tidak akan memaafkan diri kita sendiri.

Menolak untuk menunjukkan belas kasihan atau memaafkan orang lain mengarah pada penolakan kepada Tuhan sebab Tuhan yang memberikan hukum bagi semua orang untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Lebih dari itu, Ia menyebut hukuman atas mereka. George menegaskan bahwa Tuhan tidak akan mengampuni atau akan menghukum keras orang yang tidak tahu berterima kasih dan tidak berperikemanusiaan. Orang seperti demikian setelah menerima pengampunan paling bebas dari Tuhan atas pelanggaran- pelanggarannya yang pedih, menolak untuk memaafkan pelanggaran sekecil apa pun yang dilakukan terhadapnya oleh tetangga yang merupakan anggota keluarganya sendiri.

Yesus Kristus akan melakukan kepada setiap orang seperti apa yang ia lakukan kepada sesama. Jika seseorang mau mengampuni sesama berarti Dia otomatis akan mengampuni (Mat 6:12). Jika sesorang mengasihi sesama maka Bapa yang melihatnya akan mengasihinya sebab Dia sendiri yang mengajarkan setiap orang untuk saling mengasihi seperti Dia mengasihi (Yoh 15:12;17).

Jadi ukuran yang seseorang pakai untuk mengukur orang lain akan diukurkan kembali kepadanya (Luk 6:36-38; Mar 4:24). Anugerah yang Allah berikan kepada seseorang akan Ia tarik kembali jika seseorang tidak hidup di dalam kasih-Nya. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga (Rom 11:22).

         Orang yang tidak memiliki belas kasihan adalah orang yang tinggal di luar Tuhan sehingga sulit bagi dia untuk menemukan kerajaan Allah karena tidak mengenal Allah dan dia adalah orang asing bagi Tuhan. Sebab Allah tidak pernah memberikan hukum untuk saling membenci satu dengan yang lain. Theophylact menegaskan bahwa orang yang tidak memiliki belas kasihan bukanlah dia yang tetap tinggal di dalam Tuhan, melainkan dia yang meninggalkan Tuhan dan orang asing bagi Tuhan.

Orang yang tidak membagikan belas kasihan Allah sama dengan orang yang menyia-nyaiakan kasih karunia Allah. Ia tidak hidup di dalam kasih karunia Allah, tidak mendapatkan pengampunan Allah dan tinggal di luar dari kerajaan Allah. Oleh karena itu, hiduplah di dalam kasih supaya hukuman dari Allah jauh dari dirimu.

Mengasihi adalah hukum yang paling utama di dalam kehidupan orang percaya yaitu mengasih Tuhan Allah dan mengasihi sesama (Luk 10:27). Orang yang mengasihi Tuhan pasti mengasihi sesama seperti yang di katakan oleh Rasul Yohanes yang menegaskan bahwa ―Jikalau ada orang yang berkata: Aku mengasihi Allah dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah seorang pendusta sebab barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak kelihatan (1 Yoh 4:20).

      Henk Ten Napel menegaskan bahwa orang yang telah mengasihi manusia pasti telah mengasihi Allah sebab Allah itu adalah kasih (Mat 23:31-46). Orang yang memiliki kasih sejati (kasih Allah) adalah orang yang mengasihi saudaranya, tetangganya dan sesamanya yang bersama-sama dengannya dalam menjalani kehidupan di dunia. Oleh karena itu kehidupan yang saling mengasihi adalah persyaratan untuk dikenal oleh Allah dan mengenal Allah sebab hanya melalui kasih Allah mengenal manusia dan manusia mengenal Allah. Begitu juga dengan sesama manusia hanya dengan kasih mereka bisa mengenal Allah.

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "MENGASIHI BUKAN MENYAKITI"